BRMP Jambi dan DPRD Tebo Perkuat Sinergi Pengawalan Program Pertanian
KOTA JAMBI – Bale Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi menerimo kunjungan koordinasi dan berbage informasi dari DPRD Kabupaten Tebo untuk membahas Program Pengadoan dan Pendistribusian Benih Tanaman Palawija serto sejumlah program strategis Kementerian Pertanian di Kabupaten Tebo, Rabu (7/10). Pertemuan di BRMP Jambi tersebut dihadiri Plh. Direktur Wilayah Jainal Abidin Hutagaol, S.P., Katimker Pendampingan Wilayah I Husnul Ardi, S.P., LO Kabupaten Tebo Endang Susilawati, S.Pt., Penanggung Jawab Kegiatan Unit Benih Sumber Kedele di Tebo, Sekretaris LO, dan Penyuluh Pendamping Kabupaten Tebo. Dari DPRD Tebo hadir Wakil Ketua Komisi II Suryadi, S.E., Sekretaris Komisi II Sunoto, serto anggota Komisi II.
BRMP Jambi memaparkan profil dan tugas kelembagoan serto program strategis Kementerian Pertanian di Tebo, termasuk Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) yang tahun iko menargetkan pengembangan seluas 157 hektare di tujuh kecamatan. Diskusi jugo membahas kebutuhan dan pendistribusian benih padi untuk mendukung PM-AAS serto produksi benih sumber kedele bersamo mitra petani penangkar yang diarahkan menghasilkan benih sumber untuk dimanfaatkan secaro in situ guno mendukung kebutuhan benih dan keberlanjutan pengembangan kawasan kedele di Tebo. Sementaro itu, DPRD Tebo menyampekan tantangan kekeringan akibat curah hujan yang sangat rendah yang berdampak pado sawah tadah hujan, serto sejumlah hamparan sawah yang belum aktif dimanfaatkan, antaro lain di Deso Kemantan, Tebo Tengah, dan lokasi lain di Deso Punti Kalo, Teluk Langkap, serto Tambun Arang.
Menanggapi kondisi tersebut, BRMP Jambi menjelaskan dukungan program strategis untuk mitigasi kekeringan dan penguatan infrastruktur pertanian, berupo alokasi tujuh unit Irigasi Perpompaan (Irpom), satu unit Irigasi Perpipoan (Irrpip), dan enam alokasi Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT), serto empat unit Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dari Kementerian Pekerjoan Umum yang telah tersebar di sejumlah deso. Usulan JIAT jugo dapat diajukan melalue penyuluh kepado Bale Wilayah Sunge Sumatera (BWSS) VI Jambi. Dalam pembahasan, penyuluh dinile memiliki peran strategis kareno berinteraksi langsung dengan petani dalam menyampekan informasi, mengidentifikasi kebutuhan, dan menjembatani pelaksanoan program sesue kondisi lapangan. Sinergi BRMP Jambi, DPRD, pemerintah daerah, penyuluh, dan petani diharapkan dapat memastikan program tidak berhenti pado pelaksanoan administratif, tetapi menjawab kebutuhan riil dan menjago keberlanjutan produksi pertanian Tebo di tengah tantangan kekeringan. (TAS)