BRMP Jambi Kawal Mutu Benih PM-AAS di Simpang Datuk, Percepat Penyaluran
TANJUNG JABUNG TIMUR – Bale Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi memperkuat pengawalan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) melalue Rapat Koordinasi dan Verifikasi serto Monitoring Penyaluran Benih PM-AAS di Desa Simpang Datuk, Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kamis (24/9). Kegiatan dihadiri Kabag Tata Usaha BRMP Jambi Hery Nugroho, S.P., M.P., LO Tanjung Jabung Timur Husnul Ardi, S.P., M.Si., Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Tanjung Jabung Timur, UPTD BPSPT Provinsi Jambi, penyuluh, penyedio benih, kelompok tani, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Hery menegaskan pentingnyo pengawalan perbenihan sejak penentuan sumber benih, pengujian mutu, sertifikasi, penyimpanan, distribusi, hinggo benih diterimo dan ditanam petani. Ketepatan jenis, mutu, jumlah, waktu, lokasi, dan sasaran menjadi prinsip utamo agar benih benar-benar mendukung percepatan tanam dan pencapean produktivitas.
Dalam rapat disampekan, target PM-AAS Provinsi Jambi mencape sekitar 6.458 hektare dengan kebutuhan benih 70 kilogram per hektare atau sekitar 452,06 ton. Khusus Tanjung Jabung Timur dengan target sekitar 3.559 hektare, kebutuhan benih diperkirakan 249,13 ton. Per 23 September, ketersedioan yang tercatat antaro lain benih kelas BD sekitar 4,5 ton, BP 49,31 ton, dan BR berlabel sekitar 77,81 ton. Kepala UPTD BPSPT Provinsi Jambi Ir. Erlinasari, M.Si., menekankan bahwp benih yang didukung anggaran pemerintah harus melalui sertifikasi untuk menjamin mutu dan kelayakan edar. Di Simpang Datuk, penerapan pola tanam jalur 6:1 dan 4:1 telah mencape sekitar 60 persen areal, namun petani masih menghadapi gangguan wereng cokelat, kresek, blast, dan ulat grayak serto kerusakan sejumlah infrastruktur irigasi. Petani jugo menyampekan kebutuhan akan ketepatan varietas, ketersedioan pupuk, dan percepatan penyaluran benih.
Dari sisi ketersedioan, penangkar Ambo Irik menyampekan kesiapan benih Inpari 32 berlabel ungu sebanyak 6 ton, sedangkan penyedio benih CV Keano Anugerah Sejahtero menyatokan stok di gudang Sudirman sekitar 80 ton dengan dayo tumbuh 80–90 persen. Untuk lokasi Simpang Datuk, BRMP Jambi mencatat sekitar 63 ton benih PM-AAS siap disalurkan. Setelah membahas kesiapan benih, kondisi lapangan, dan kebutuhan petani, seluruh pihak menyepakati percepatan penyaluran agar benih segero diterimo dan dilanjutkan dengan kegiatan tanam. Langkah tersebut menjadi bagean dari pengawalan terpadu PM-AAS melalue dukungan benih bermutu, pendampingan penyuluh, pengendalian organisme pengganggu tanaman, serto penguatan sarano dan pemasaran untuk mendorong peningkatan produktivitas padi. (NSH)