BRMP Jambi Perkuat Sinergi PM-AAS di Batanghari, Dorong Produktivitas Pertanian
BATANGHARI – Bale Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi menggelar Rapat Koordinasi Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Ruang Pola Besar Kantor Bupati Batanghari, Senin (3/8). Kegiatan iko menjadi forum penguatan sinergi antaro pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan paro pemangku kepentingan dalam mempercepat implementasi PM-AAS di Kabupaten Batanghari. Rakor dihadiri Sekretaris Daerah Batanghari Mula P. Rambe, S.Sos., M.H., Kepalo Bale Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Palembang Yong Farmanta, S.P., M.Si., Direktur Wilayah BRMP Jambi Dr. Yunimar, S.Si., M.Si., Kepalo Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Batanghari Farizal, S.H., M.H., serto perwakilan BPS, Perum Bulog, Pupuk Indonesia, BMKG, dan jajaran penyuluh pertanian.
Dalam arahannyo, Farizal menegaskan bahwo keberhasilan swasembado pangan membutuhkan peran aktif seluruh pihak, khususnyo penyuluh sebage ujung tombak pendampingan petani. Yong Farmanta mengingatkan agar setiap usulan bantuan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan ketuo tim kerjo maupun BRMP Jambi agar sesue kebutuhan dan ketentuan yang berlaku. Sementaro itu, Yunimar menekankan pentingnyo percepatan penyusunan CPCL serto menjelaskan PM-AAS sebage pendekatan budidayo yang mengombinasikan berbage teknologi untuk meningkatkan produktivitas melalue pengelolaan populasi tanaman dan pemenuhan kebutuhan nutrisi secaro optimal. Sekretaris Daerah Batanghari jugo mengapresiasi terpilihnyo Provinsi Jambi sebage salah satu lokasi percontohan PM-AAS dan berharap program tersebut mampu meningkatkan produktivitas pertanian di daerah.
Rakor yang dimoderatori Liaison Officer Kabupaten Batanghari Dr. Desi Hernita, S.P., M.P., juga menghadirkan pemaparan mengenai kondisi iklim dari BMKG, kesiapan implementasi PM-AAS di Kabupaten Batanghari, serta mekanisme pengusulan bantuan melalui aplikasi e-Banper. Dalam sesi diskusi, Perum Bulog menyatakan komitmennya menyerap hasil panen petani, Pupuk Indonesia menegaskan kesiapan mendukung program berdasarkan data CPCL yang valid, sementara BPS Kabupaten Batanghari mendorong penguatan koordinasi dalam penetapan lokasi PM-AAS. Melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, BRMP Jambi berharap penyusunan CPCL dapat dipercepat sehingga implementasi PM-AAS di Kabupaten Batanghari berjalan optimal dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian hingga mencapai target 10 ton per hektare. (SAS)