Dari Bahan Baku Hinggo Produk Olahan, BRMP Jambi Perkuat Kapasitas Penyuluh dan Pelaku Usaho Tebo
TEBO – Bale Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi memperkuat kapasitas penyuluh dan pelaku usaho hasil pertanian di Kabupaten Tebo melalue Bimbingan Teknis Peningkatan Mutu dan Pemasaran Produk Olahan Hasil Tanaman Pangan yang digelar di Aula Pendopo Rumah Dinas Bupati Tebo, Rabu (2/9). Kegiatan yang diselenggarokan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Ketahanan Pangan (TPHKP) Kabupaten Tebo tersebut melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT), kelompok Usaho Peningkatan Pendapatan Keluargo (UP2K), penyuluh pertanian, PKK, UMKM, dan Unit Pengolahan Hasil (UPH) untuk meningkatkan pengetahuan tentang mutu, keamanan, pengolahan, hinggo pemasaran produk pertanian. Kegiatan dibuko Asisten III Administrasi Umum Kabupaten Tebo, Himawan Susanto, S.E., M.Ec.Dev., dan turut dihadiri Ketuo Tim Penggerak PKK Kabupaten Tebo Nur Chasanah, S.P., M.M., Kepalo Dinas TPHKP Tebo H. Muhammad Ziadi, S.P., M.Si., serto unsur terkait lainnyo.
BRMP Jambi yang diwakili Kapoksi Program dan Pengujian sekaligus Pengawas Mutu Hasil Pertanian Ahli Mudo, Desy Nofriati, S.P., M.Si., menyampekan materi mengenae kriteria pemilihan bahan baku produk olahan tanaman pangan dan hortikultura. Desy menekankan bahwo mutu produk ditentukan sejak pemilihan bahan baku, termasuk tingkat kematangan, kondisi fisik, sortasi, dan kesesuean bahan dengan jenis produk. Peserto jugo mendapat pemahaman mengenae higiene dan sanitasi, tahapan pengolahan, pengemasan, penyimpanan, serto contoh kriterio bahan baku pado ubi kayu, ubi jalar, talas, kedele, jagung, dan sayuran. Pengetahuan tersebut diharapkan membantu peserto menghasilkan produk yang lebih konsisten, aman, efisien, dan memiliki nile jual lebih baik.
Antusiasme peserta terlihat selama pemaparan, diskusi, dan tanya jawab, termasuk dari Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Tebo yang mengikuti kegiatan hingga selesai. Melalui peningkatan kapasitas tersebut, BRMP Jambi mendorong penyuluh agar dapat meneruskan pengetahuan kepada KWT dan kelompok usaha di wilayah binaan melalui pendampingan berkelanjutan. Kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Tebo diharapkan semakin kuat dalam pengembangan UPH dan peningkatan nilai tambah komoditas pertanian, sehingga produk olahan yang dihasilkan mampu memenuhi aspek mutu dan keamanan serta memiliki daya saing dan akses pasar yang lebih luas. (TAS)