Gerakan Tanam Jadi Kunci Percepatan Swasembado Pangan 2026
BATANGHARI — Gerakan Tanam (Gertam) menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat swasembado pangan berkelanjutan 2026. Gertam yang digelar di Kelurahan Sridadi, Kecamatan Muaro Bulian, Kabupaten Batanghari, Jumat (21/8), merupokan bagean dari gerakan tanam nasional yang berpusat di Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur, dan diikuti 25 provinsi dengan target tanam 50.000 hektare pado kawasan OPLAH 2024, OPLAH 2025, dan CSR 2025. Kegiatan di Jambi dihadiri Direktur Polbangtan Bogor, Bale Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi, Kepalo Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Batanghari, Bale Pelatihan Pertanian Jambi, Camat Muara Bulian, Lurah Sridadi, Penyuluh CWS Provinsi Jambi, Katimker serto paro penyuluh pertanian di Kabupaten Batanghari.
Gerakan tersebut menekankan pentingnyo mempertahankan capean swasembado pangan 2025 sekaligus meningkatkan produktivitas pado 2026. Jiko perluasan areal menjadi salah satu fokus pado 2025, peningkatan produktivitas kini menjadi perhatian melalue penerapan PM-AAS, percepatan Luas Tambah Tanam (LTT), serto optimalisasi sumber dayo air. Target tanam nasional didorong mencape 1 juta hektare setiap bulan, dengan dukungan antaro lain pompanisasi dan penyedioan listrik hinggo areal persawahan. Kondisi kekeringan jugo ditegaskan tidak boleh menghentikan pertanaman kareno sumber air yang tersedio perlu dioptimalkan untuk menjago keberlanjutan produksi.
Untuk memastikan target tersebut tercape, Brigade Pangan didorong menjadi pionir dalam menggerakkan pertanaman dan tidak membiarkan lahan pertanian berhenti ditanami. Penyuluh jugo diminta terus mengawal LTT dan Luas Tambah Panen (LTP), termasuk mempercepat pengajuan CPCL dari masyarakat dan kelompok tani. Dengan konsistensi gerakan tanam, dukungan teknologi, pompanisasi, optimalisasi lahan, serto sinergi pemerintah, penyuluh, petani, dan pemangku kepentingan, percepatan produksi diharapkan mampu menjago swasembado pangan 2026 sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.