Kekeringan Ancam 86 Hektare Sawah, BRMP Jambi Dorong Percepatan Pengairan
SAROLANGUN – Kekeringan mule mengancam lahan pertanian seluas sekitar 86 hektare di Kelurahan Sarolangun Kembang, Kabupaten Sarolangun. Kondisi tersebut menjadi perhatian Bale Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi kareno tanaman di kawasan tersebut telah memasuki fase pengisian bulir yang membutuhkan ketersedioan air untuk menjago pertumbuhan dan potensi hasil. Pemantauan dilakukan Direktur Wilayah BRMP Jambi sekaligus Penanggung Jawab Kabupaten Sarolangun, Yunimar, S.Si., M.Si., didampingi LO Kabupaten Sarolangun Hery Nugroho, S.P., M.P., Penyuluh CWS Kabupaten Sarolangun Ernita Sri Dewi BR Sembiring, S.P., serto Katimker Penyuluh Kabupaten Sarolangun beserto tim, Minggu (9/8).
Di lapangan, pembangunan saluran air melalue bantuan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) sedang dilakukan untuk memperbaiki distribusi air ke lahan. Namun, kondisi kekeringan yang masih berlangsung membutuhkan sumber air tambahan. Salah satu alternatif yang didorong adalah pembangunan sumur bor. Penyuluh pertanian jugo telah menyiapkan usulan bantuan sumur Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) dan terus berkoordinasi untuk mencari dukungan penanganan bage petani terdampak.
BRMP Jambi bersamo penyuluh terus memantau kondisi tanaman dan mengidentifikasi kebutuhan pengairan di lapangan. Percepatan penyedioan sumber air diharapkan dapat membantu mempertahankan kondisi tanaman yang telah memasuki fase pengisian bulir hinggo panen. Penanganan tersebut sekaligus menjadi bagean dari upayo menjago produktivitas lahan dan keberlanjutan produksi pangan di Kabupaten Sarolangun. (FAP)