Mentan Amran Tingkatkan Produktivitas Pertanian Merauke Lewat PM AAS
MERAUKE – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terus mempercepat transformasi pertanian di Merauke, Papua Selatan, melalue penerapan Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS). Saat melakukan tanam padi bersamo petani di Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Sabtu (4/7), Mentan mendorong penerapan PM-AAS kareno diyakini mampu meningkatkan produktivitas padi hinggo duo kali lipat atau mencape sekitar 10–12 ton per hektare. Menurutnya, metode budidayo modern yang memadukan mekanisasi, varietas unggul spesifik lokasi, pola tanam baru, dan pendampingan intensif tersebut juga berpotensi meningkatkan indeks pertanaman, pendapatan, dan kesejahteroan petani, sekaligus mendukung program cetak sawah rakyat dan optimalisasi lahan dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Kepalo Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP), Fadjry Djufry, menjelaskan PM-AAS merupokan inovasi budidayo yang dikembangkan Kementerian Pertanian selamo duo tahun terakhir dengan mengadaptasi praktik pertanian modern dari berbage negaro dan menyesuekan dengan kondisi agroekosistem Indonesia. PM-AAS mengedepankan pengaturan jarak tanam yang lebih rapat, peningkatan populasi tanaman hinggo 800 ribu–1 juta tanaman per hektare, penggunaan varietas unggul spesifik lokasi, pemupukan presisi, sertao pemanfaatan mekanisasi seperti drone dan drum seeder. Berdasarkan hasil pilot project di berbagai daerah, program ini mulai diperluas pada 2026 dengan target penerapan mencapai satu juta hektare untuk meningkatkan produktivitas sekaligus menekan biaya produksi petani.
Optimisme terhadap PM-AAS juga disampaikan para petani yang telah menerapkannya di Merauke. Abdul Rohim mengaku biaya tanam turun dari sekitar Rp3 juta menjadi Rp600 ribu per hektare, sementara pertumbuhan tanaman lebih seragam dan menghasilkan anakan lebih banyak. Senada dengan itu, Angga Dwi Hadianto menilai penggunaan metode tanam baru yang dipadukan dengan drone membuat pekerjaan lebih cepat dan hemat tenaga kerja, sehingga petani semakin optimistis terhadap peningkatan hasil panen. Pemerintah berharap perluasan PM-AAS menjadi salah satu strategi utamo dalam mempercepat modernisasi pertanian, meningkatkan kesejahteroan petani, dan mewujudkan swasembado pangan nasional.