Mentan Amran: PM-AAS Gandokan Hasil Panen, Pendapatan Petani Ikut Naek
SUBANG – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong penerapan Pertanian Modern-Advanced Agricultural System (PM-AAS) untuk meningkatkan produktivitas padi sekaligus pendapatan petani. Metode yang telah diuji sekitar duo tahun tersebut menunjukkan produktivitas yang sebelumnyo rato-rato 5–5,5 ton per hektare dapat meningkat menjadi 11 ton, 12 ton, bahkan 13 ton per hektare. “Hasilnyo sangat menggembirokan, naik duo kali lipat. Yang dulu rato-rato 5 ton, 5,5 ton, sekarang menjadi 11 ton, 12 ton, bahkan ada 13 ton per hektare,” kata Amran, Rabu (2/9).
Menurut Amran, peningkatan produktivitas terutamo didorong optimalisasi populasi tanaman melalue pengaturan jarak tanam sehinggo jumlah tanaman per hektare meningkat tanpo menambah luas lahan. PM-AAS jugo menggunokan sistem direct seeding atau tanam langsung yang menghilangkan proses persemean dan pemindahan bibit sehinggo lebih efisien waktu dan berpotensi meningkatkan indeks pertanaman pado lahan dengan dukungan irigasi memadoi. Dari sisi ekonomi, tambahan biayo benih, pupuk, dan kebutuhan budidayo akibat peningkatan populasi diperkirokan sekitar Rp2 juta per hektare, sementaro tambahan pendapatan dapat mencape sekitar Rp30 juta–Rp35 juta per hektare. Dengan HPP gabah Rp6.500 per kilogram, produksi 10 ton per hektare menghasilkan penerimoan kotor sekitar Rp65 juta, dibandingkan sekitar Rp32,5 juta dari produksi 5 ton.
Untuk mempercepat penerapan PM-AAS, pemerintah menyiapkan skema subsidi benih dan menargetkan penerapan metode tersebut sedikitnyo pado 1 juta hektare secaro nasional pado tahun depan. Dengan asumsi peningkatan produktivitas sekitar 5 ton per hektare, penerapan pado luasan tersebut berpotensi menambah produksi sekitar 5 juta ton gabah. Amran menegaskan peningkatan produktivitas, penguatan indeks pertanaman, efisiensi biayo produksi, serto hargo gabah yang menguntungkan petani menjadi bagean penting dalam menjago keberlanjutan swasembado pangan sekaligus meningkatkan kesejahteroan petani.