BRMP Jambi Perkuat Sinergi PM-AAS di Kerinci, Dorong Swasembado Pangan Berkelanjutan
KERINCI – Bale Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pendampingan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kabupaten Kerinci, Senin (28/7), sebage upayo memperkuat sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan paro pemangku kepentingan dalam mewujudkan swasembado pangan yang modern dan berkelanjutan. Kegiatan iko menghadirkan narasumber dari Pemerintah Kabupaten Kerinci, Perum BULOG, dan Pupuk Indonesia, serto dihadiri Direktur Wilayah BRMP Jambi Yunimar, S.Si., M.Si., Penanggung Jawab Swasembado Pangan Kabupaten Kerinci Dr. Endi Putra, S.P., M.Si., Penyuluh Pendamping Kabupaten Kerinci Effi Permatasari, S.P., Liaison Officer Swasembado Kabupaten Kerinci Ike Wirdani Putri, M.Si., serto penyuluh pertanian se-Kabupaten Kerinci. Rakor dibuko oleh Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si., yang menegaskan bahwo tantangan daerah bukan lagi sekadar menciptakan surplus pangan, tetapi menjago swasembado pangan agar berlangsung secaro berkelanjutan. Io jugo menyatakan optimistis Kabupaten Kerinci mampu mencape target pengembangan PM-AAS seluas 1.000 hektare dengan dukungan pemerintah melalue bantuan benih, pupuk, irigasi, dan alat mesin pertanian.
Direktur Wilayah BRMP Jambi Yunimar menjelaskan bahwo PM-AAS mengedepankan enam prinsip utamo, yaitu tanam rapat dalam baris, efisiensi penggunoan sumber dayo, mekanisasi pertanian, berbasis korporasi, intensifikasi produksi, dan spesifik lokasi. Berdasarkan hasil ubinan, produktivitas padi melalue penerapan PM-AAS mampu mencape 10,2 ton per hektare pada varietas Inpari 32. Kabupaten Kerinci jugo telah memiliki 21 Brigade Pangan yang didukung alat dan mesin pertanian modern. Pado kesempatan tersebut, BRMP Jambi menyerahkan bantuan drum seeder kepado Pemerintah Kabupaten Kerinci sebage dukungan percepatan mekanisasi pertanian guno meningkatkan efisiensi tanam dan mendukung pencapean target PM-AAS. Sementaro itu, Kepalo Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci, Radium Halis, S.Pi., M.Si., memaparkan bahwo Kabupaten Kerinci memiliki lahan baku sawah seluas sekitar 14.156 hektare dengan target pengembangan PM-AAS 1.000 hektare. Menurutnyo, tantangan seperti perubahan iklim, keterlambatan distribusi pupuk, serangan organisme pengganggu tanaman, dan keterbatasan benih dataran tinggi perlu diatasi melalue sinergi lintas sektor dan penerapan teknologi pertanian modern.
Selain membahas implementasi PM-AAS, Alfin Nur Ahsan dari Pupuk Indonesia memaparkan Petunjuk Teknis Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tahun 2026, termasuk penerapan verifikasi identitas melalue aplikasi iPubers serto perubahan mekanisme penebusan pupuk bersubsidi yang mule berlaku 1 September 2026 guno memastikan penyaluran tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Narasumber Perum BULOG, Fahmi Hafiza Siregar, menambahkan bahwo peningkatan produktivitas harus diimbangi dengan sistem penyerapan gabah dan beras yang efektif agar petani memperoleh kepastian pasar sekaligus menjago stabilitas pasokan dan hargo pangan. Melalue rakor iko, BRMP Jambi berharap terbangun kesamoan persepsi dan kolaborasi yang semakin kuat dalam mengawal implementasi PM-AAS sehinggo mampu mempercepat terwujudnyo swasembado pangan yang modern, produktif, dan berkelanjutan serto meningkatkan kesejahteroan petani di Kabupaten Kerinci. (MW)