Kekeringan Jadi Ancaman Petani Pamenang Merangin, BRMP Jambi Turun Langsung Cari Solusi
MERANGIN — Kekeringan menjadi tantangan serius bage Kelompok Tani Tekad Makmur di Kelurahan Pamenang, Kecamatan Pamenang, Kabupaten Merangin. Sekitar 20 hektare lahan pertanian yang telah menerapkan Indeks Pertanaman (IP) 2 terdampak keterbatasan air. Kondisi tersebut mendapat perhatian langsung dari Direktur Wilayah BRMP Jambi Yunimar, S.Si., M.Si., yang turun ke lapangan bersamo tim pado Rabu (12/8) untuk melihat kondisi tanaman dan ketersedioan air bersamo ketuo kelompok tani, Koordinator BPP Pamenang, serto paro penyuluh.
Di lapangan, Yunimar melihat langsung kondisi pertanaman sekaligus membahas persoalan pengairan yang dihadapi petani. Keterbatasan air menjadi perhatian kareno dapat mengancam pertumbuhan tanaman dan berpotensi menurunkan produktivitas. Menurutnyo, penanganan perlu diarahkan tidak hanyo pado solusi sementaro, tetapi jugo penguatan sumber air agar lahan tetap produktif dan petani dapat mempertahankan pola tanam yang telah berjalan.
Sebage salah satu langkah yang didorong, BRMP Jambi mengusulkan pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) sebage alternatif pengairan bage kawasan yang menghadapi kekeringan. Kondisi lahan, kebutuhan air, dan potensi sumber air selanjutnyo menjadi bahan koordinasi antaro kelompok tani, penyuluh, BPP, dan pihak terkait dalam mendukung pengusulan JIAT. Dengan dukungan sumber air yang lebih terjamin, lahan 20 hektare tersebut diharapkan tetap dapat dipertahankan produktivitasnyo dan mendukung keberlanjutan pertanaman di Pamenang. (ASP)