Teknologi PM-AAS Buktikan Keunggulan, Produktivitas Padi Mencape 10.2 Ton per Hektare
TANJUNG JABUNG BARAT – Bale Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jambi bersamo Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat estimasi produktivitas padi hinggo 10,2 ton gabah kering panen per hektare pado panen perdano Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Deso Rawa Medang, Kecamatan Batang Asam, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Senin (13/7). Penghitungan melalue metode ubinan dilakukan untuk mengukur potensi hasil pertanaman sekaligus mengevaluasi penerapan teknologi budidayo modern di kawasan tersebut.
Ubinan dilakukan pado petak berukuran 2,5 x 2,5 meter menggunokan area frame berdasarkan dato Kerangka Sampel Area (KSA). Hasil klarifikasi BPS menunjukkan varietas Mawar pado tigo titik sampel menghasilkan bobot 4,62 kilogram, 4,80 kilogram, dan 4,84 kilogram, dengan rato-rato 4,75 kilogram atau setara 7,6 ton per hektare. Varietas Inpari 32 menghasilkan bobot 6,06 kilogram, 7,02 kilogram, dan 6,18 kilogram, dengan rato-rato 6,42 kilogram atau setara 10,2 ton per hektare. PM-AAS menerapkan sistem Tanam Benih Langsung (Tabela) berpola 4:1 dan 6:1 menggunokan direct seeder maupun drum seeder, dengan kebutuhan tenago kerjo sekitar duo hari orang kerjo per hektare.
Direktur Wilayah BRMP Jambi Yunimar, S.Si., M.Si., mengatokan hasil ubinan tersebut menunjukkan potensi penerapan PM-AAS dalam meningkatkan produktivitas padi. Menurutnyo, perpaduan benih unggul, pola tanam yang tepat, mekanisasi, dan pendampingan budidayo secaro intensif diharapkan menjadi model pengembangan pertanian modern untuk memperkuat efisiensi usaho tani dan mendukung swasembado pangan berkelanjutan di Provinsi Jambi. (RKW)